Menghadapi era new normal sangat diperlukan kesiapan yang memadai. Diantaranya adalah patuh dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah yakni anjuran untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah, cuci tangan, serta menggunakan handsanitizer. Untuk itu, mahasiswa KKN-T IPB Desa Bringin berinisiatif membuat handsanitizer dari bahan lokal yaitu lidah buaya yang dicampur dengan alkohol, air destilasi serta gliserol bersama pemuda karang taruna Desa Bringin. Setelah melihat kondisi masyarakat Desa Bringin yang sebagian besar masih enggan menggunakan masker karena alasan pengap dan susah bernapas, mahasiswa KKN-T IPB membuat inovasi masker aromaterapi dari kain perca yang bekerjasama dengan konveksi lokal barokah Al-Hidayah. Masker aromaterapi ini menggunakan kertas smeling test yang dapat menyerap bau dari minyak aromaterapi. Produk handsanitizer dan masker aromaterapi yang telah dibuat, dibagikan kepada masyarakat serta memberikan edukasi bahwasannya selain masker aromaterapi digunakan untuk melindungi diri, juga dapat melegakan pernapasan dan kesehatan saat dihirup. Handsanitizer cara yang baik untuk menjaga kebersihan tangan, akan tetapi mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir menjadi cara terbaik nomor satu berdasarkan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).