Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek) akan memproduksi massal rapid tes buatan dalam negeri RI-GHA COVID-19.
“Mengenai besaran produksinya bulan ini kami targetkan bisa memproduksi 200 ribu unit, tetapi bulan depan dipastikan kita sudah bisa 400 ribu unit,” ujar Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro, di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7/2020).
Inovasi dalam negeri diinisiasi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, khususnya Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya. Selama ini rapid test yang digunakan Indonesia diproduksi dari Korea, dengan rapid test buatan anak bangsa, harapannya bisa lebih akurat karena menggunakan antigen orang yang terinfeksi di Indonesia dengan transmisi lokal. Rapid tes buatan anak bangsa tersebut hanya dibutuhkan waktu dua bulan mulai dari tahapan desain, prototipe sampai produksi saat ini. Selain waktu yang cepat juga ada beberapa fitur unggulan yakni praktis, cepat, dan hasilnya deteksi dalam keluar dalam 15 menit tanpa bantuan alat tambahan dan tenaga terlatih. Jadi bisa digunakan mandiri dan fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan Pasca Infeksi lewat sampel darah.

Sumber Referensi : http://www.idntimes.com/