Minggu (12/7) para mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang sedang melakukan KKN semi-online di Desa Bringin membuat inovasi “Rempeyek Bumbu Jahe” sekaligus pengenalan “Infused Water” dikalangan sekitar RT 7 dan beberapa lingkup desa Bringin.
Pembuatan inovasi rempeyek bumbu jahe ini bertujuan agar masyarakat lebih terbiasa kembali menfaatkan ragam tanaman herbal tidak hanya dalam bentuk sediaan jamu, namun juga dalam campuran bumbu makanan sehari-sehari. Seperti jahe misalnya, salah satu tanaman herbal yang menurut ragam penelitian membuktikan keampuhannya dalam mengurangi respon inflamasi, mengurangi peradangan, meningkatkan daya tahan tubuh, terutama dalam menangkal virus dan bakteri. Sehingga dengan pembuatan rempeyek jahe ini, masyarakat dapat lebih paham ragam potensi jahe dan mulai terbiasa untuk mengonsumsi. Tak hanya itu, mahasiswa KKN IPB juga membuat dan memperkenalkan infused water yang nantinya dapat dibuat mandiri oleh masyarakat di rumah masing-masing. Infused water yang dibagikan diisi dengan potongan lemon yang dibiarkan selama kurang lebih 6 jam, kemudian siap untuk dibagikan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mulai terbiasa mengisi air minum nya tidak hanya dengan potongan lemon, namun juga bisa dengan potongan-potongan buah lain yang mudah ditemukan seperti jeruk, tomat, dll
Antusiasme masyarakat sangat besar, terlihat dari bagaimana menyambut kedatangan mahasiswa saat memberikan edukasi di lingkup rumah sekitar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena masyarakat dapat belajar dan merasakan hal baru seperti infused water yang belum banyak diketahui manfaatnya. Selain itu, mahasiwa KKN IPB juga memberikan prosedur tata cara pembuatannya via video dan poster, yang harapannya setelah edukasi ini, masyarakat bisa mempraktekan dirumah masing-masing sehingga menjadi prospek untuk kesehatan yang lebih baik di Desa Bringin