Digital Library Desa Bringin, Solusi Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Digital Library Desa Bringin, Solusi Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Dalam rangka memperluas wawasan masyarakat di pedesaan, pengembangan dan memperdayakan suatu perpustakaan merupakan suatu pilihan yang tepat recovery pendidikan dan mengantarkan masyarakat ke arah masyarakat modern yang berperadaban. Kompetisi masyarakat ditentukan oleh kemampuannya dalam memahami situasi dan perkembangan zaman yang menuntut setiap individu memiliki kualifikasi melalui pendidikan, sedangkan pendidikan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh perpustakaan yang handal. Perpustakaan yang handal di masa depan adalah Perpustakaan yang memiliki kemampuan akses terhadap teknologi atau Perpustakaan Digital. Keberadan Perpustakaan Digital akan memberikan wajah baru di dalam dunia perpustakaan, serta memiliki daya sistem pelayanan yang super efisien, akurat dan cepat sehingga pemakai atau anggota perpustakaan akan merasa nyaman dan puas. 

Perpustakaan Digital sangat penting untuk diterapkan di berbagai Perpustakaan Desa mengingat informasi mengenai desa akan lebih mudah di akses melalui komputerisasi. Berikut beberapa keuntungan jika desa menerapkan Perpustakaan Digital :

  1. Pengguna dapat menikmati layanan digital library kapanpun dimanapun melalui internet maupun komputer.
  2. Tidak memerlukan banyak biaya
  3. Kemudahan dalam mengakses
  4. Penyimpanan koleksi lebih aman dibandingkan penyimpanan diperpustakaan biasa
  5. Peminjam buku maupun yang mengembalikan buku tidak perlu menunggu lama untuk proses peminjaman/pengembalian buku.
  6. Petugas perpustakaan dapat selalu memonitor tentang ketersediaan buku dan daftar buku baru.
  7. Digital Library juga dapat mengetahui rekam jejak aktifitas pengunjung perpustakaan.
  8. Petugas perpustakaan pun tidak akan mengalami kesulitan dalam proses pelaporan kepada kepala perpustakaan.

Berikut Link Perpustakaan Online Desa Bringin, yang memuat beragam buku dari berbagai macam kategori, bisa juga untuk siswa-siswa yang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah SD sampai SMA-pun banyak buku-buku pelajaran.


				
					
Ditengah Era Pandemi Pemuda Desa Bringin Tetap Berkarya

Ditengah Era Pandemi Pemuda Desa Bringin Tetap Berkarya

BRINGIN.NGAWIKAB.ID – Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah pemuda desa di Kabupaten Ngawi tetap kreatif menghasilkan karya seni berupa lagu serta video klip.

Salah satunya, seperti yang dikerjakan para pemuda kreatif dari desa Bringin di kecamatan Bringin, merekalah yang bernamakan Paiten Crew.

Para pemuda ini tetap semangat dalam berkarya meskipun di era pandemi seperti sekarang ini. Terkahir mereka sudah merilis single ketiga yang berjudul “Bekasku Sik Ori”, yang diupload di channel Youtube mereka “Paiten Official”, dengan komposisi musik modern dikombinasikan bersama musik etnik jawa yakni gamelan mereka mampu menyuguhkan musik yang harmonis serta tanpa meninggalkan alat musik asli warisan sesepuh Jawa.

“Ini kreatif sekali. Di tengah pandemi Covid yang membatasi keguatan masyarakat, pemuda ini tetap optimis membuat karya. Kreativitas dan semangat semacam ini memang sangat dibutuhkan agar pemuda kembali bangkit. Saya salut dengan pemuda desa Bringin,” kata Kades Bringin.

Berikut Link Youtube Paiten Official

https://youtu.be/wqZmyY7xFCw

Desa Bringin Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN-T IPB Bersama Karang Taruna Ciptakan Inovasi Pertama di Indonesia Masker Aromaterapi

Desa Bringin Tanggap Covid-19, Mahasiswa KKN-T IPB Bersama Karang Taruna Ciptakan Inovasi Pertama di Indonesia Masker Aromaterapi

Menghadapi era new normal sangat diperlukan kesiapan yang memadai. Diantaranya adalah patuh dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah yakni anjuran untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah, cuci tangan, serta menggunakan handsanitizer. Untuk itu, mahasiswa KKN-T IPB Desa Bringin berinisiatif membuat handsanitizer dari bahan lokal yaitu lidah buaya yang dicampur dengan alkohol, air destilasi serta gliserol bersama pemuda karang taruna Desa Bringin. Setelah melihat kondisi masyarakat Desa Bringin yang sebagian besar masih enggan menggunakan masker karena alasan pengap dan susah bernapas, mahasiswa KKN-T IPB membuat inovasi masker aromaterapi dari kain perca yang bekerjasama dengan konveksi lokal barokah Al-Hidayah. Masker aromaterapi ini menggunakan kertas smeling test yang dapat menyerap bau dari minyak aromaterapi. Produk handsanitizer dan masker aromaterapi yang telah dibuat, dibagikan kepada masyarakat serta memberikan edukasi bahwasannya selain masker aromaterapi digunakan untuk melindungi diri, juga dapat melegakan pernapasan dan kesehatan saat dihirup. Handsanitizer cara yang baik untuk menjaga kebersihan tangan, akan tetapi mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir menjadi cara terbaik nomor satu berdasarkan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Optimalkan Pengelolaan Website Desa, Diskominfo Latih Operator Desa Se-Kab. Ngawi

Sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintaan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Kabupaten Ngawi senantiasa meningkatkan penerapan SPBE atau E-Government ini. Salah satu wujud keseriusan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Evaluasi Pengelolaan Website Desa se-Kabupaten Ngawi pada hari Rabu, 24 April 2019 mengambil tempat di Ngawi Command Centre Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Mas’ud, M.Si, M.Hum didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. Sutrisno, M.Si. Dalam isi sambutannya, Mas’ud menyampaikan tentang perubahan yang ada khususnya dalam pengelolaan informasi dan komunikasi pada zaman ini. Membandingkan pengelolaan informasi pada masa sebelumnya, Mas’ud melihat betapa pentingnya penguasaan teknologi, khususnya internet dan web dalam menyebarluaskan informasi secara efektif dan efisien.

Berbeda pada kegiatan sebelumnyam, pada kesempatan ini turut diundang dan hadir adalah para Kaur Keuangan dari masing-masing Desa. Hal ini terkait dengan implementasi Transparansi Informasi Publik di masing-masing Desa yang direncanakan akan diintegrasikan dengan aplikasi berbasis mobile. Artinya, informasi tentang APBDesa tidak hanya bisa dikonsumsi melalui media fisik seperti Baliho, Poster dan semacamnya. Namun di era digital ini, informasi tentang APBDesa juga dapat disaksikan melalui Smartphone publik.

Untuk materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain pembuatan berita, pengelolaan peta desa dan manajemen konten melalui smartphone. Materi dipandu oleh Lorensius Anang, ST.,MT beserta Tim Relawan TIK Karesidenan Madiun. Lorensius Anang sendiri sehari-harinya adalah Dosen Fakultas Teknik di Universitas Widya Mandala Madiun. Sebagai salah satu pegiat Relawan TIK, Lorensius Anang tak henti-hentinya memotivasi peserta latih untuk semangat mengelola website desa masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Ngawi bekerja sama dengan Relawa TIK (Karesidenan Madiun) yang diawali tepatmya pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi sebagai peserta latih. Hasilnya, seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi telah memiliki website yang aktif dan dinamis meskipun bukan tanpa kendala. Mengingat kapasitas Ngawi Command Centre,  untuk menyasar seluruh Desa se-Kabupaten Ngawi (213 Desa, 4 Kelurahan) kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dengan jadwal setiap harinya menghadirkan 2 hingga 3 Desa.