SEJARAH DESA BRINGIN

Menurut sumber cerita dari para sesepuh Desa Bringin masa kini, bahwa terjadinya Desa Bringin dimulai sejak Jaman Belanda. Bringin adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Di desa Bringin mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petan. Desa Bringin dibagi menjadi 5 dusun, yakni Dusun Bringin, Dusung Kedungrejo, Dusun Genengan, Dusun Nampu, Dusun Boan. Dari kelima pembagian tersebut, masing – masing dusun memiliki sejarah dan asal muasal yang berbeda. Dusun Bringin memiliki asal muasal paling tua dibandingkan dengan dusun- dusun yang lain. Dengan kearifan lokal para sesepuh pada saat itu ke lima dusun tersebut dijadikan menjadi satu yaitu Desa Bringin, berikut ini asal muasal Desa Bringin.

Dari berbagai sumber telah ditelusuri dan digali asal- usul Desa Bringin memiliki banyak versi yang cukup bervariatif. Hal tersebut disebabkan oleh banyak tempat yang dikeramatkan yang kemudian dipercaya akan dijadikan pedoman sebagai keramat orang pertama yang datang dan membabat desa.

Konon ceritanya Desa Bringin ini merupakan desa yang masyarakatnya hidup dalam kemewahan dan foya- foya, tetapi dibalik kemewahan dan hidup glamour ternyata masyarakat setempat tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Mereka sering membuang sampah disembarang tempat. Setelah hampir 5 tahun pola hidup itu berjalan, tiba- tiba munculah bencana yang tidak pernah mereka pikirkan yang disebabkan karena ulah mereka sendiri. Kampung itu dilanda suatu penyakit yang aneh dan makin lama makin banyak korban yang meninggal dunia karena terjangkit penyakit tersebut. Mereka mengira bahwa yang menyebabkan munculnya penyakit tadi adalah sebuah pohon beringin yang tumbuh ditengah- tengah Desa yang secara mendadak tanpa ada yang mengetahui siapa yang menanam sebelumnya, para warga kemudian berusaha mencabutnya, namun pohon itu tumbuh dengan sangat subur dan semakin membesar ukuraannya. Pada kesempatan yang sama dengan tumbuhnya pohon beringin tersebut, datanglah seorang dokter yang ditugaskan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit tersebut bukanlah pohon beringin yang tumbuh itu. Tetapi penjelasan dokter tersebut tidak dipercayai oleh warga masyarakat dan malah mempercayai suatu hal yang berbau syirik dengan mengadakan pemujaan dan penyembahan terhadap pohon beringin tersebut. Merekan membuat sesaji dan korban berupa seekor sapi sebagai tumbal untuk dipersembahkan kepada makhluk penunggu pohon beringin tersebut. Upacara penyembahan dan pemujaan dilakukan setiap bulan purnama tiba dan sesaji yang sudah dipersiapkan ditaruh dibawah pohon. Setelah ritual pemujaan dan penyembahan selesai, seseorang memanjat pohon tersebut dan memetik dedaunan untuk dimakan masyarakat yang terkena penyakit tersebut dengan harapan untuk sembuh dan bencana yang melanda dapat segera teratasi.

Usaha masyarakat tidak berhenti sampai disitu saja, beberapa dari warga mencoba untuk menemui dan meminta pertimbangan atas masalah yang sulit diselesaikan itu ke seseorang paranormal atau sering disebut mbah dukun. Mbah dukun yang berhasil mereka temui menyarankan agar desa tersebut diberi nama sesuai dengan nama pohon yang telah mereka beri sesaji lewat upacara pemujaan beberapa waktu lalu. Namun upaya tersebut lagi- lagi menemui jalan buntu, masalah tetap saja seperti yang dulu dan wabah penyakit yang melanda belum teratasi. Akhirnya warga masyarakat desa itu berusaha untuk menemui seorang dokter yang selama ini tidak mereka indahkan terutama tentang pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga dan alam sekitar. Dokter juga menjelaskan bagaimana cara – cara menangani berbagai macam gangguan kesehatan yang sering terjadi jika kebersihan lingkungan kurang terpelihara. Setelah melakukan pemeriksaan dan memantau secara menyeluruh bersama warga masyarakat akhirnya diketahui bahwa masyarakat terkena penyakit DBD (demam berdarah). Akhirnya semua masyarakat bisa hidup dengan nyaman tanpa ada gangguan apapun. Meski bencana itu akhirnya dapat teratasi tampaknya nama desa bringin yang telah diberikan oleh mbah dukun tetap dipertahankan sampai sekarang.

Dalam masa perkembangannya Desa Bringin terperinci menjadi lima Dusun, yaitu:
1. Dusun Bringin
2. Dusun Kedungrejo
3. Dusun Genengan
4. Dusun Nampu
5. Dusun Boan